Pimpinan Forum Guru Prioritas Dini Negeri dan Swasta( GPPNS) Hasna berkata realitas banyaknya P2 serta P3 yang hendak menjajaki seleksi PPPK 2022.
Pelamar prioritas 2( P2) dan prioritas 3( P3) ini sudah dinyatakan lolos administrasi seleksi PPPK 2022.
Hasna mencontohkan, di Kabupaten Karawang ada 1. 122 guru lulus PG maupun prioritas satu( P1). Dari jumlah tersebut pihakterdapat 109 P1 tidak mendapatkan penempatan.
" Ironisnya buat P2 dan P3 banyak yang sudah lolos administrasi dan hendak menjajaki observasi," kata Hasna kepada JPNN. com, Jumat( 18/ 11).
Dia melanjutkan mengapa tidak menjajaki syarat PermenPAN- RB Nomor 20 Tahun 2022. Sehabis tuntas P1, baru melanjutkan ke P2 dan P3.
Realitasnya di Kabupaten Karawang, P1, P2, dan P3 direkrut serentak. Mengenai ini menghancurkan harapan P1 kabupaten Karawang.
" Memanglah benar dapat jadi tidak linier ijazahnya karena dari bahasa Inggris dan PAI, tetapi sangat tidak bisa ditempatkan formasinya di jenjang guru SMP," terang Hasna.
Pendaftaran PPPK 2022 ini banyak membuat hati pilu karena terganjal dengan linierisasi ijazah.
Partisipan P1 mata pelajaran( mapel) bahasa Inggris, PAI bahasa Arab, seni budaya, otomatis tidak bisa jadi guru kelas di SD, karena tidak linier.
Apabila sudah semacam itu ke mana mereka mengadu? Apabila ditanyakan kepada Pemda, dibilang tidak tahu, mudah- mudahan ada kebijakan pemerintah pusat ke depannya.
Buat tahun depan regulasi permenPAN RB jelas diperbaharui lagi. Hasna berharap ijazah bahasa Inggris dan Arab linier buat di SD biar kanak- kanak lebih dini bisa menguasai dengan bahasa tersebut.
Lebih lanjut dikatakan Hasna, banyak P1 yang mendapatkan notifikasi penempatan di akhir pendaftaran. Mudah- mudahan pihak panselnas memberikan kebijakan yang terbaik buat mengakomodir P1 ini.
Sebab, sinyal pula karena sudah kecewa akhirnya tidak sampai resume akibatnya untuk panselnas mengundurkan diri, sedangkan itu realitasnya karena provider dan waktu notif yang sudah mepet.
Mudah- mudahan sehabis rapat pada 20 November 2022 ada titik terang buat guru lulus PG yang mendapatkan penempatan lekas diberikan haknya.
" Sebantak 193. 954 guru lulus PG harus dituntaskan sampai berakhir, karena hendak jadi kasus baru, misalnya, mereka dikeluarkan dari sekolah, menaikkan pengangguran lagi, mohon pemerintah mengkaji ulang buat menuntaskan P1 tahun ini," tutur Hasna.(Fik)
