KOTA Palopo merupakan salah satu kota yang terletak di sebelah utara provinsi sulawesi selatan yang sebelah baratnya berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja, sebelah utara dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Luwu dan sebelah timur berbatasan dengan Teluk Bone.
Kota Palopo terbagi atas sembilan kecamatan yaitu Kecamatan Wara, Kecamatan Telluwanua, Kecamatan Wara Utara, Kecamatan Wara Barat, Kecamatan Wara Timur, Kecamatan Mungkajang, Kecamatan Sendana, Kecamatan Bara dan Kecamatan Wara Selatan.
Di Kota Palopo sendiri, terdapat banyak sekali objek wisata yang dapat dinikmati jika berkunjung di Kota tujuh dimensi ini, mulai dari objek wisata alam hingga objek wisata sejarah yang dapat menambah wawasan tentang Kota palopo. Untuk wisata alam, Kota Palopo juga menyediakan wisata alam yang menyejukkan ketika dikunjungi. Yang pertama, ada wisata alam Latuppa. Wisata alam latuppa adalah salah satu kawasan pariwisata agrowisata yang Berhawa sejuk bernuansa pegunungan. Wisata alam ini berada di ketinggian sekitar 200 meter dari permukaan laut. Latuppa dikenal sebagai penghasil buah-buahan, terutama durian dan rambutan. Kawasan ini juga menjadi sumber mata air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palopo.
Ditempat ini, selain dapat menikmati suasana alam pegunungan yang indah, juga dapat menikmati sejuknya berendam disungai yang mempunyai air yang jernih. Tempat wisata ini terbuka setiap hari, dan biasanya pada akhir pekan dan hari libur, akan dipadati oleh pengunjung. Wisata alam ini dapat dicapai dengan mudah, sebab tempat rekreasi ini hanya berjarak 6-9 kilo meter dari pusat Kota palopo.
Kedua, ada permandian Alam Bambalu, di wilayah Battang Barat. Daerah ini dikenal dengan air terjunnya. Satu dari sekian banyak objek wisata pegunungan yang mendapat kunjungan paling banyk setiap minggunya. Jarak tempat permandian ini dengan pusat kota yaitu 19 km.
Selanjutnya, ada pantai Labombo yang berada di pusat kota. Sebuah suguhan panorama wisata bahari yang menawan. Sepanjang kawasan pantai dipenuhi barisan pohon kelapa dan beberapa gazebo terbangun indah. Selepas mata memandang, tampak birunya laut dan tempat pelelangan ikan (TPI) dan Pelabuhan Tanjung Ringgit terlihat jelas. Sarana rekreasi wisata bahari ini memiliki luas sekitar 2 Ha dan menjadi salah satu kawasan wisata andalan Kota Palopo. Disini pula kita dapat menikmati sarana permainan yang menantang adrenalin yang disediakan oleh pengelola. Objek wisata pantai labombo merupakan salah satu objek wisata pantai yang menjadi pilihan warga palopo saat menghabiskan liburan karena jarak dari pusat kota hanya sekitar 2 km dan mudah untuk dijangkau dengan kendaraan.
Selanjutnya, ada bukit Sampoddo. Berada di daerah ketinggian, merupakan wilayah perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu. Nuansa pegunungan dengan hawa sejuk begitu kental terasa. Di kiri-kanan jalan yang berkelok, barisan pohon jati tumbuh menjulang. Rumput-rumput hijau dan pot-pot bunga tertata rapi disepanjang jalur perjalanan. Disepanjang jalan, puluhan kedai berjejer menawarkan jagung rebus-bakar. Jarak objek wisata bukit sampoddo dari pusat kota palopo sekitar 7 km.
Dan terakhir ada Goa Kalo Dewata. Di zaman penjajahan, goa ini dijadikan sebagai benteng pertahanan para pejuang kemerdekaan dari serangan para tentara Jepang dan Koloni Belanda. Letaknya di Kelurahan, Battang Kecamatan Wara Barat kilometer 12 arah Palopo-Toraja. Di dalamnya terdapat sebuah lubang dengan kedalaman sekitar 30 meter. Meski minim stalaktit dan stalakmit, Goa Kalo Dewata menyimpan pesona wisata yang cukup menarik untuk ditelusuri. (dok)